Dukungan Bagi Penderita Penyakit Lepra

Penyakit lepra merupakan penyakit kulit karena adanya infeksi menahun dengan ciri kerusakan saraf perifer pada hampir seluruh bagian kulit yang disebabkan oleh kuman mycobacterium leprae Kuman berbentuk batang ini banyak dijumpai menyerang kulit. Namun juga bisa menyerang bagian lain seperti saraf, otot, tulang, mata, selaput lendir hidung serta buah zakar.

Penyakit lepra disebut juga dengan nama penyakit kusta dan pada era sekarang disebut dengan nama penyakit Hansen untuk menghargai nama penemunya, sekaligus untuk menghilangkan kesan penyakit yang mengerikan dan menjijikkan yang sudah terlanjur tertanam dibenak masyarakat.

Lepra kategori penyakit yang menular dengan media penyebaran melalui udara serta hubungan yang dekat dengan penderita penyakit ini. Penyebaran penyakit ini juga bisa melalui bakteri yang terlepas dari penderitanya dibawa oleh serangga seperti kutu busuk maupun nyamuk. Pemakaian benda yang pernah dipakai penderita lepra oleh orang yang sehat juga menjadi pemicu penularan penyakit ini.

Mengenal Penyakit Lepra

penyakit-lepraPenyakit lepra ditandai dengan hilangnya daya kebal atau rasa dimulai dari tangan dan kaki. Akibat hilangnya sensasi rasa ini mengakibatkan penderita kadang mengalami rasa seperti terbakar tanpa diketahui penyebabnya.

Penanda lainnya adalah munculnya bercak pucat atau bercak jamur yang mengalami hilangnya perasa pada bagian tengahnya. Munculnya benjolan atau tali tebal pada bagian bawah kulit karena bengkaknya saraf. Terjadinya luka melebar menahun yang tidak dirasakan sakit ataupun gatal oleh yang mengalaminya.

Khusus penanda pada bagian wajah, kulit wajah muncul benjol-benjol dan terasa tebal pada wajah dan telinga. Telinga menjadi berbentuk persegi dan pendek, alis mata rontok dari luar hingga keseluruhan. Penanda pada bagian tubuh lainnya yaitu berubahnya bentuk tangan dan kaki menyerupai cakar disertai kelumpuhan. Jari-jari tangan dan kaki terlihat lebih pendek hingga menyerupai puntung.

BACA:  Epidemiologi, Latar Belakang Penyakit Diare dan Pencegahannya

Daerah yang dinyatakan terdapat microbacterium leprae bisa menjadi daerah endemic penyebaran penyakit secara meluas. Perlu penanganan khsusus dan segera agar areal penyebarannya bisa dilokalisir sehingga meminimalkan orang yang terjangkit. Penanganan dilakukan dengan dua pendekatan, pertama meminimalkan resiko infeksi dan kontak pada keluarga penderita lepra.

Seluk Beluk Penyakit Lepra

Pemeriksaan secara periodik dan pengobatan teratur pada penderita pertama untuk meminimalkan penularan terjadi. Pendekatan kedua adalah dengan vaksinasi secara merata pada daerah tersebut dengan vaksin yang mengandung anti gen utama microbacterium leprae.

Pencarian solusi dan pengobatan penyakit lepra telah dilakukan sejak tahun 1940-an. Penggunaan antibiotic menjadi dasar pengobatan bagi penyakit ini dan disarankan dengan penggunaan obat lain sesuai rekomendasi dokter secara teratur dan untuk jangka waktu yang cukup lama minimal 6 bulan dan bisa lebih sesuai tingkat keparahannya.

Dapson menjadi antibiotic yang paling banyak digunakan untuk penyakit ini karena harganya yang relatif tidak terlalu mahal. Efek samping penggunaan dapson adalah terjadinya anemia dan reaksi alergi berupa ruam kulit. Antibiotik yang lebih mahal dari dapson adalah rimpaficin, namun memiliki efek samping seperti gejala flu dan yang terparah adalah rusaknya hati.

Antibiotik lainnya yang bisa diberikan antara lain etionamid, misiklin, klofazimin, klaritromisin dan ofloksasin. Sedangkan pengobatan alami dapat menggunakan tanaman atau obat herbal yang mengandung antioksidan dan penekan bahkan pembunuh virus atau bakteri. Tanaman yang direkomendasikan adalah kulit manggis serta daun sirsak, atau obat alami yang mengandung bahan tersebut.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, menjadi adigium yang masyhur. Pencegahan penyakit lepra dapat dilakukan dengan berbagai cara, pertama pendidikan masyarakat mengenai gejala, ciri dan penularan penyakit lepra serta penanganannya. Kedua, menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya antisipasi berkembangnya bakteri penyebab lepra.

BACA:  Macam Macam Penyakit Hati dan Penyebabnya

Ketiga, konsumsi makanan yang sehat dan seimbang untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh agar kebal terhadap serangan bakteri. Keempat, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga hygienitas sanitasi lingkungan. Sedangkan kalau penyakit ini sudah menjangkit seseorang, maka peran keluarga dan masyarakat untuk memberikan semangat dan gairah menuju kesembuhan menjadi penting, sebab orang yang menderita lepra cenderung drop secara psikologis karena merasa dikucilkan oleh orang lain.

Baca Berita Lebih MudahDulu dikenal gemuk, 6 artis cantik ini sekarang jadi lebih langsing →





Artikel Pilihan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */