Epidemiologi, Latar Belakang Penyakit Diare dan Pencegahannya

Penyakit Diare merupakan jenis penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami rangsangan yang berlebihan terhadap keinginan buang air besar dan secara terus-menerus sehingga menyebabkan kandungan air yang berlebihan pada feses. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak.

Normal orang dewasa buang air besar sebanyak 1 sampai 2 kali sehari, namun jika lebih dari itu bisa diindikasikan orang tersebut terserang diare. Pada anak-anak frekuensi buang air besar biasanya lebih sering dibanding dengan orang dewasa, namun bukan berarti anak tersebut juga terjangkit diare.

Ada berbagai faktor pemicu terjadinya penyakit diare karena penyakit ini bukan merupakan suatu penyakit yang datang dengan sendirinya maupun penyakit bawaan. Diare biasanya disebabkan oleh Adanya infeksi virus atau infeksi rotafirus (yang kebanyakan menyerang anak-anak) serta infeksi bakteri, Alergi terhadap obat-obat tertentu (biasanya alergi antibiotik) dan alergi terhadap makanan, Alergi terhadap pemanis buatan.

penyakit-diare-dan-pencegahannya

Epidemiologi Penyakit Diare

Selain beberapa faktor yang telah disebutkan di atas, diare juga dapat disebabkan oleh faktor kurangnya kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal. Lingkungan yang kotor menjadi salah satu tempat bakteri, virus, serta parasit yang menyebabkan kuman penyakit diare menyebar.

Epidemiologi penyakit diare (ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit menular pada manusia serta beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyebaran penyakit tersebut) di negara Indonesia sendiri terjadi sekitar 301 per 1.000 penduduk. Dengan demikian diare masih menjadi penyakit yang menyebabkan kematian nomor satu bagi bayi dan balita.

Penyebaran kuman diare biasanya disebarkan melalui fecal oral yakni melalui minuman dan makanan yang tercemar kotoran atau kontak langsung dengan kotoran penderita diare. Penggunaan botol susu yang tidak steril juga dapat memicu penyebaran kuman diare pada anak-anak. Selain itu penggunaan air yang sudah tercemar, apalagi dengan penyimpanan yang tidak benar akan dapat memicu berkembangnya kuman-kuman tersebut.

BACA:  Penyakit Paru-Paru Basah Menular atau Tidak

Latar Belakang Penyakit Diare dan Pencegahannya

Sampai saat ini, diare masih menjadi suatu masalah kesehatan yang tidak hanya terjadi pada negara berkembang akan tetapi juga terjadi pada negara-negara maju. Setiap tahunnya terdapat lebih dari 3 milyar kasus penyakit diare akut. Angka kematian yang disebabkan oleh diare mencapai angka 5 juta jiwa per tahunnya.

Di negara Indonesia sendiri penyakit diare masih menjadi peringkat pertama yang dikeluhkan oleh masyarakat, terlebih lagi anak-anak. Latar belakang penyakit diare ini sebenarnya tidak lain tidak bukan adalah disebabkan karena kurangnya kepedulian terhadap kesehatan lingkungan. Mulai dari makanan, minuman, air, serta kebersihan disekitar lingkungan tempat tinggal.

Penyakit diare ini dibagi atas 4 jenis yakni diare akut (kurang dari 2 minggu), diare persisten (lebih dari 2 minggu), disentri (diare yang disertai dengan adanya darah), dan kholera (terdapat bakteri Cholera dalam kotoran).

Pada dasarnya penyakit diare ini tidak begitu membahayakan apabila ditangani dengan tepat. Namun meskipun demikian penyakit ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penderita. Salah satu cara mudah mencegah diare adalah mencuci tangan dengan sabun di air mengalir setiap kali memulai aktifitas, terutama sebelum makan.

Hal ini akan meminimalisir adanya penyebaran kuman. Dengan mengetahui penyebab penyakit diare dan pencegahannya, diharapkan masyarakat akan semakin waspada dan bisa lebih menjaga kebersihan.

Sekian pembahasan singkat mengenai Penyakit Diare yang bisa kami sampaikan. Semoga apa yang kami tulis dapat menambah pengetahuan serta dapat membawa banyak manfaat.

Baca Berita Lebih MudahDulu dikenal gemuk, 6 artis cantik ini sekarang jadi lebih langsing →





Artikel Pilihan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */