Gejala serta Pantangan Penyakit Amandel dan Pengobatannya

Penyakit amandel atau yang sering disebut tonsilitis merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan timbulnya peradangan pada amandel yang disebabkan oleh inveksi virus maupun bakteri yang masuk melalui hidung dan mulut.

Saat mengalami amandel biasanya penderita akan mengalami peradangan sehingga mengakibatkan penderita mengalami kesulitan dalam menelan makanan dan minuman bahkan kesulitan dalam bernafas.

Amandel bisa menyerang siapa saja, terlebih lagi anak-anak. Dalam jangka waktu yang lama amandel juga bisa menjalar dan menyebabkan adanya gangguan pada Telinga , Hidung, dan Tenggorokan/ THT.

Gejala Penyakit Amandel

gejala-pantangan-penyakit-amandel

Sebenarnya amandel memiliki beberapa fungsi positif bagi kesehatan organ mulut seperti sebagai penghasil limfosit (bagian dari sel darah putih/ leukosit), sebagai pembunuh alami mikro organisme dan kuman yang masuk melalui mulut, dan sebagai penghasil anti body penghasil Imunoglolubin yang berperan sebagai pertahanan terhadap kuman yang masuk melalui hidung dan mulut.

Amandel sendiri bisa digolongkan dalam 2 jenis yakni amandel akut dan amandel kronis. Amandel akut adalah amandel dengan masa infeksi kurang dari empat minggu. Sedangkan amandel kronis yaitu amandel yang masa inkubasinya berlangsung dalam jangka waktu sekitar satu tahun atau bisa kambuh tiga sampai lima kali dalam kurun waktu setahun tersebut.

Gejala penyakit amandel yang secara umum muncul adalah adanya rasa sakit di daerah tenggorokan, mengalami kesulitan saat minum dan menelan makanan, adanya rasa sakit di daerah sekitar kepala, mengalami rasa meriang/ demam dan kedinginan dalam waktu yang bersamaan, adanya pembesaran serta pembengkakan pada kelenjar getah bening di daerah sekitar rahang maupun leher, serta hilangnya suara atau suara terdengar bergema di dalam rongga mulut.

Untuk amandel akut, bisa menular melalui percikan air liur penderita. Dengan mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan akan membuat kita segera bisa melakukan upaya pengobatan agar penyakit ini tidak berlangsung lebih lama dan segera hilang.

BACA:  Penyakit TBC Paru, Tulang dan Kelenjar

Pantangan Penyakit Amandel

Beberapa pantangan penyakit amandel yang harus dihindari oleh penderita adalah tidak boleh mengkonsumsi makanan pedas, hal ini akan membuat proses pembengkakan menjadi lebih cepat dan semakin membesar.

Pantangan berikutnya adalah tidak boleh mengkonsumsi makanan yang mengandung pengawet buatan, fetsin, maupun penyedap rasa, hal ini akan membuat kekebalan tubuh menurun akibat adanya bahan-bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh menjadi cepat lelah dan tenggorokan semakin terasa sakit.

Dan yang paling penting adalah tidak boleh mengkonsumsi minuman dingin dan minuman-minuman yang mengandung pemanis buatan. Penderita amandel sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air hangat dan larutan jahe hangat untuk melegakan tenggorokan.

Penyakit Amandel dan Pengobatannya

Dulu untuk menyembuhkan penyakit amandel, kebanyakan para dokter menyarankan dengan melakukan tindakan operasi padahal setelah pengangkatan amandel terkadang bisa menimbulkan berbagai masalah pernafasan.

Namun saat ini pengobatan penyakit amandel ini tak harus dengan jalan operasi melainkan bisa disembuhkan dengan bahan-bahan alami misalnya dengan membuat ramuan dari bubuk kering sambiloto dan madu.

Caranya adalah dengan menyeduh bubuk kering sambiloto dengan air panas, lalu saat sudah dingin tambahkan madu dan minum secara rutin. Dengan mengetahui apa itu penyakit amandel dan pengobatannya, maka anda tidak perlu khawatir lagi jika putra putri anda menderita amandel sehingga anda tidak perlu melakukan tindakan operasi.

Demikianlah sekilas ulasan yang dapat kami berikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Penyakit amandel. Semoga tulisan ini bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat.

Baca Berita Lebih MudahDulu dikenal gemuk, 6 artis cantik ini sekarang jadi lebih langsing →





Artikel Pilihan:

Comments
  1. amini
  2. Siti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */