Mengenal Penyakit Bipolar Dan Schizophrenia

Penyakit bipolar merupakan penyakit psikologis yang ditandai dengan perubahan perasaan yang ekstrim yang disebut depresi dan mania. Bipolar sendiri diambil dari perubahan suasana perasaan penderitanya yang bagaikan terombang-ambing dalam dua kutub (bipolar) yang berbeda yaitu mania (kebahagiaan) dan kesedihan (depresi).

Pada dasarnya setiap orang pernah mengalami perubahan suasana ini karena memang kehidupan berada dalam dua kutub perbedaan yang merupakan pasangan yaitu kebahagiaan dan kesedihan. Namun bagi penderita bipolar disorder perubahan mood tersebut bisa berlangsung secara berubah-ubah secara cepat dan ekstrim.

Penyakit ini berada dalam tingkat keparahan yang berbeda pada masing-masing orang, sesuai dengan daya tahan psikologis orang tersebut. Gejala umum pengidap bipolar disorder yaitu, perasaan gembira yang berlebihan, gampang tersinggung dan mudah marah. Perilaku ingin menunjukkan dirinya orang yang penting, berharga, kaya dan lebih daripada yang lain sehingga keberadaan orang lain tak dianggap adanya.

Penyakit Bipolar Disorder dan Schizophrenia

penyakit-bipolar

Penuh ide dan semangat baru namun sering berpindah-pindah dari satu ide ke ide yang lain dan sering tidak masuk akal. Sangat aktif dan bergerak cepat sehingga sering mengambil keputusan secara tiba-tiba dan membahayakan. Bicaranya sangat cepat sehingga sulit dimengerti dan pelempar kritik yang ulung.

Merasa sangat mengenal orang lain dan suka menghambur-hamburkan uang. Lebih lanjut sulit menahan diri dalam aktivitas sehari-hari dan merasa waktu satu hari 24 jam masih kurang. Gangguan ini juga menyebabkan sulit tidur, namun kemampuan “hubungan”ualnya justru meningkat.

Bipolar disorder dibedakan dalam tiga bentuk gangguan yaitu hypomania, depresi bipolar dan campuran. Hypomania ditandai dengan, munculnya kreativitas, bersemangat dan penuh energi. Ciri yang kedua selalu tampak gembira bersikap optimis, lebih aktif namun cepat marah.

BACA:  Penyakit Sinusitis Pada Hidung Kronis dan Pengobatannya

Ciri selanjutnya kebutuhan untuk tidur semakin berkurang. Depresibipolar ditandai dengan suasana hati murung dan sedih berkepanjangan. Suka menangis atau ingin menangis tanpa sebab yang jelas. Sulit berkonsentrasi, mudah letih, tak bergairah dan tak bertenaga sehingga kehilangan minat untuk melakukan sesuatu.

Merasa bersalah, berdosa, tak berguna dan putus asa hingga tak mampu merasakan kegembiraan. Rendah diri, menghindari komunikasi dengan orang lain, pesimis hingga menganggap masa depan suram bahkan terlintas untuk bunuh diri. Penanda fisik yang muncul, menurunnya gairah “hubungan”ual, mual, sering muntah, mulut kering, susah BAB atau justru diare.

Sulit tidur, bangun lebih awal atau justru berlebihan dalam tidur disertai penanda penurunan berat badan atau justru semakin naik berat badannya. Penderita bipolar disorder campuran mengalami gejala yang menunjukkan mania sekaligus depresi secara bersamaan dengan perubahan yang ekstrim.

Penyakit bipolar disorder dan schizophrenia bagi masyarakat dianggap sama. Namun dari gejala yang muncul menunjukkan penyakit ini berbeda. Penyakit bipolar disorder sebagaimana dijelaskan diatas ditandai dengan perubahan suasana dari senang ke sedih atau sebaliknya secara ekstrim dan cepat. Sedangkan penyakit schizophrenia ditandai dengan gejala utama halusinasi dan delusi.

Halusinasi terkait dengan gangguan panca indera seperti mendengar bisikan terus menerus atau merasa mendengar suara-suara gaib. Sedangkan delusi terkait dengan gangguan pikiran yang sulit dikoreksi, seperti menganggap dirinya orang suci, nabi dan tokoh-tokoh hero lainnya. Dari sisi anatomi, kerusakan sel-sel otak lebih parah dialami penderita schizophrenia dibanding penderita bipolar disorder.

Penyebab bipolar disorder mencakup faktor yang komplek seperti faktor genetis, biologi otak dan peristiwa kehidupan dan lingkungan social yang memicu munculnya stress berlebihan. Gangguan kimia otak dan neurobiology menjadi pemicu utama penyebab bipolar disorder. Hal ini ditandai dengan pengeluaran zat dopamine yang tidak berfungsi dengan baik. Jika zat dopamine berlebihan akan menyebabkan kondisi mania sedangkan bila kurang mengakibatkan depresi.

BACA:  Ciri Ciri Awal Penyakit Meningitis Pada Anak dan Orang Dewasa

Pencegahan penyakit bipolar menjadi penting, mengingat penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan berdampak yang buruk tentunya untuk kehidupan. Gaya hidup dan kebiasaan mempengaruhi pola hubungan intrapersonal dan interpersonal. Mengingat faktor psikososial juga sangat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.

Lakukan hal-hal yang dapat mengontrol tingkat stress, karena stress tidak dapat dihindari. Cara yang bisa dilakukan yaitu, ibadah yang khusuk, self-hypnosis, relaksasi dalam, yoga dan sebagainya. Kedua bergabung dengan lingkungan yang memberi support positif terhadap kehidupan. Membuat pilihan hidup yang tepat dan seimbang seperti pola makan, pola tidur, gaya hidup dan sebagainya.

Baca Berita Lebih MudahDulu dikenal gemuk, 6 artis cantik ini sekarang jadi lebih langsing →





Artikel Pilihan:

Comments
  1. ahmad somali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */