Penyakit Diabetes Melitus Tipe 1 dan 2

Penyakit diabetes melitus atau biasa orang menyebutnya dengan kencing manis adalah gangguan pengendalian kadar gula darah dalam tubuh seseorang. Secara istilah diabetes berasal dari bahasa yunani yang artinya pancuran atau curahan, sedangkan melitus artinya gula atau madu.

Sehingga dari asal kata tersebut memunculkan pengertian kelebihan curahan cairan dalam tubuh seseorang yang mengandung gula atau madu. Curahan yang dimaksud adalah air seni atau kencing yang menandai ciri penderita penyakit ini, air kencingnya mengandung kadar gula yang berlebih hingga terasa manis.

Diabetes melitus disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama adalah ketidakmampuan organ tubuh yang dalam hal ini pancreas untuk memproduksi hormon insulin yang mencukupi untuk kebutuhan tubuh. Faktor kedua adalah ketidakefektifan tubuh dalam memanfaatkan hormone insulin. Faktor ketiga adalah penggabungan dari keduanya. Dimana diketahui zat gula dalam tubuh dibawa oleh hormon insulin ke seluruh sel-sel tubuh.

Penyakit Diabetes Melitus Tipe 1

penyakit-diabetes-melitus-tipe-1-2

Kekurangan insulin maupun ketidakmampuan tubuh memanfaatkan hormon insulin menyebabkan penumpukan gula dalam darah. Dari keterangan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang dipicu oleh gangguan kerja hormone insulin dalam tubuh. Diabetes melitus sendiri dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2 dan diabetes melitus gestasional.

Penyakit diabetes melitus tipe 1 merupakan diabetes yang disebabkan kerusakan pancreas sehingga produksi hormone insulin tidak mencukupi sebagaimana yang dibutuhkan tubuh. Tipe diabetes ini menyerang dari anak-anak hingga remaja dan mengakibatkan ketergantungan insulin dari luar.

Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, penderita harus mendapatkan suntikan hormone insulin secara peridik dan teratur. Kemunculan diabetes tipe ini sering terjadi dengan mendadak yang ditandai dengan cepat merasa haus, sering buang air kecil, pada anak-anak sering ngompol, badan lemah dan berat badan turun secara drastis. Apabila tidak mendapatkan suntikan hormone insulin bisa menyebabkan ketidak sadaran atau koma diabetic.

BACA:  Gejala dan Macam Penyakit Pes

Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2

Penyakit diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh kekurang mampuan tubuh untuk merespon hormone insulin yang dihasilkan oleh pancreas sehingga hormone tersebut tidak mampu bekerja secara efektif. Persaingan sel-sel tubuh dengan sel lemak menjadi salak satu pemicu ketidakefektifan ini. Hormon insulin terserap oleh lemak yang menumpuk pada tubuh. Maka penderita diabetes tipe ini cenderung mereka yang mengalami obesitas.

Gejala pada tipe ini bersifat lambat dan sering tidak disadari oleh penderitanya kecuali dengan pemeriksaan medis. Akibat persaingan sel tersebut pancreas dalam waktu lama bisa mengalami kerusakan dan menyebabkan produksi insulin terganggu dan tubuh resisten hingga akhirnya diabetes menyerang. Sedangkan diabetes melitus gestasional ditemukan saat kehamilan akibat dari hiperglikemia.

Mengingat diabetes menjadi penyakit yang banyak terjadi dan berbahaya, mengenali gejala menjadi penting untuk kemudian melakukan langkah selanjutnya. Gejala umum ada tiga yaitu, sering buang air kecil terutama malam hari, kedua merasa lemas dan cepat lelah, ketiga penderita sering merasakan haus yang tak tertahankan.

Ketiga gejala tersebut menunjukkan seseorang masuk dalam zona diabetes, dan apabila tidak segera ditangani akan masuk ke tingkat lebih parah. Tingkat keparahan ditandai dengan gejala sering kesemutan, kulit terasa tebal, badan terasa panas dan nyeri seperti tertusuk jarum serta sering kram. Mudah lelah dan mengantuk, penurunan berat badan yang menjolok serta penurunan gairah “hubungan”ual. Terjadinya penyembuhan luka yang lama dan penglihatan yang rabun.

Penyakit diabetes melitus tentunya perlu dikenali lebih lanjut untuk kemudian bisa membuat langkah pencegahan lebih dini. Beberapa cara yang bisa digunakan untuk menghindari atau meminimalkan terkena resiko terkena diabetes adalah, pertama jaga berat badan yang proporsional. Hampir 80% penyakit diabetes menyerang orang yang kelebihan berat badan. Hal ini berkaitan dengan cara yang kedua adalah mengatur pola makan.

BACA:  Penyakit Sinusitis Pada Hidung Kronis dan Pengobatannya

Orang mengalami obesitas salah satunya adalah kebiasaan makan yang buruk. Atur pula menu makan yang seimbang dan makan secukupnya. Ketiga olah raga yang tetatur agar terjadi pembakaran kalori dan residu makanan dalam tubuh. Keempat adalah gaya hidup sehat dengan pola pikir positif dan manajemen stress yang bagus.

Baca Berita Lebih MudahDulu dikenal gemuk, 6 artis cantik ini sekarang jadi lebih langsing →





Artikel Pilihan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */