Penyakit TBC Paru, Tulang dan Kelenjar

Seperti yang sudah diketahui oleh semua orang bahwa penyakit bisa datang kapan saja, dengan penghantar yang berbeda. Secara garis besar, ada dua hal yang menyebabkan seseorang terserang penyakit, yaitu bakteri, dan virus. Dari kedua jenis penghantar tersebut, virus merupakan penghantar penyakit yang lebih mematikan.

Salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus adalah penyakit TBC atau kependekan dari Tuberculosis. Virus penyebab penyakit ini adalah Mycobacterium tuberculosis. Pada dasarnya virus ini telah hidup di dalam tubuh manusia, tetapi tidak aktif. Namun, sewaktu-waktu virus tersebut bisa aktif karena faktor kekebalan tubuh menurun, usia, ataupun lingkungan.

Penyakit TBC Paru

Faktor lingkungan lagi-lagi menjadi salah satu pendorong seseorang bisa terserang penyakit. Apalagi mengingat virus Mycobacterium tuberculosis yang hidup di udara dengan sanitasi buruk. Selain itu, penyakit ini pula bisa ditularkan oleh orang yang telah terserang sebelumnya. Biasanya penderita TBC akan mengeluarkan virus Mycobacterium tuberculosis ke udara melalui bersin.

penyakit-tbc-paru-tulang-kelenjar

Penyebaran penyakit ini tidak akan menyebar melalui pakaian, piring, sendok, garpu, dan alat-alat lainnya, sehingga tidak diperlukan perabotan makan, mandi, ataupun lainnya yang dibedakan secara khusus. Namun, sebagai tindakan pencegahan akan lebih baik lagi jika dibedakan penggunaannya.

Penyakit TBC sudah sangat identik dengan paru-paru. Pernyataan seperti ini memang benar adanya, karena sebagian besar orang yang terserang infeksi oleh virus Mycobacterium tuberculosis adalah pada bagian organ paru-parunya.

Organ paru-paru yang telah terinfeksi oleh virus ini akan menimbulkan celah atau lubang pada paru-paru, yang membuat para penderitanya seperti kesulitan untuk bernafas. Selain itu, virus ini pula akan menggerogoti sedikit demi sedikit bagian paru-paru.

Apabila tidak langsung diberikan pengobatan yang tepat, penyakit TBC paru ini akan membahayakan jiwa penderitanya. Tidak jarang banyak kasus kematian yang disebabkan oleh rusaknya organ paru-paru akibat terinfeksi virus Mycobacterium tuberculosis.

BACA:  Penyebab dan Gejala Penyakit Malaria di Indonesia

Penyakit TBC Tulang

Selain organ paru-paru, penyakit tuberculosis atau yang lebih dikenal dengan TBC ini sering menyerang bagian organ lainnya, seperti tulang. Hampir semua tulang yang ada di dalam tubuh manusia bisa terinfeksi oleh virus Mycobacterium tuberculosis ini, namun ada bagian-bagian yang lebih rawan seperti tulang belakang, lutut, siku, kaki, pinggul, dan bahu.

Penyakit TBC tulang akan menyebabkan peradangan kronik atau destruktif sehingga tulang akan semakin rapuh, dan sedikit demi sedikit akan kehilangan kekuatannya. Apabila tidak diatasi dengan benar, kondisi tulang akan semakin rapuh dan bisa menyebabkan kelumpuhan total, khususnya bagian tulang belakang yang pada seluruh bagiannya terdapat syaraf-syaraf.

Selain paru-paru, dan tulang ada juga bagian tubuh lainnya yang sering terinfeksi oleh virus Mycobacterium tuberculosis yaitu bagian kelenjar. Cara penginfeksiannya tidak jauh berbeda dengan organ tubuh lainnya.

Penyakit TBC Kelenjar

Satu hal yang harus diwaspadai dari penyakit TBC kelenjar ini adalah gejala yang ditimbulkan hampir menyerupai penyakit biasa, seperti demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi namun dengan jangka waktu lama, tubuh terasa lemah, nafsu makan hilang, dan yang lainnya. Salah satu kelenjar yang sangat sering terinfeksi adalah kelenjar tiroid pada bagian pangkal leher.

Dalam hal pengobatan penyakit TBC tidak bisa sembarangan, karena apabila berbeda jenisnya maka akan berbeda pula pengobatannya. Maka dari itu, pengetahuan yang luas yang berkaitan dengan penyakit ini akan sengat membantu sebagai langkah pencegahan. Menjalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi buah, sayur, serta makanan bergizi akan menjadi pelindung tubuh terhadap serangan virus Mycobacterium tuberculosis.

Baca Berita Lebih MudahDulu dikenal gemuk, 6 artis cantik ini sekarang jadi lebih langsing →





Artikel Pilihan:

BACA:  Penyakit Pada Kulit dan Penyebabnya dan Cara Pencegahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */