Penyakit Tidak Menular dan Pencegahannya

Sesuai dengan namanya penyakit tidak menular atau disingkat PTM merupakan penyakit yang tidak membahayakan orang-orang disekitar karena tidak akan menularkan penyakitnya. Berdasarkan survey data Riskerdas, angka kematian akibat penyakit tidak menular meningkat dari 41,7% pada tahun 1995 menjadi 49,9% pada tahun 2001 dan 59,5% pada tahun 2007.

Berdasarkan data tersebut pula penyebab kematian 15,4% disebabkan oleh stroke disusul 31,7% karena hipertensi, 30,3% disebabkan arthritis, penyakit jantung 7,2% dan cedera 7,5%. Peningkatan penyakit tidak menular tentu saja berarti menurunkan angka orang sehat dan berdampak pada penurunan kinerja dan kesehatan masyarakat.

Penyakit tidak menular merupakan akibat dari pola hidup yang tidak sehat, tidak menyukai olahraga, mengkonsumsi makanan yang minim nutrisi kaya akan lemak jahat dan tidak terserap baik oleh usus, sehingga tersisa menempel di dinding usus menjadi racun dan sumber penyakit.

Penyakit Tidak Menular dan Pencegahannya

penyakit-tidak-menular-pencegahannya

Nutrisi yang dimaksud ialah makanan yang dibutuhkan oleh sel tubuh (sel membentuk jaringan, jaringan membentuk organ, organ membentuk jaringan organ pada tubuh manusia). Nutrisi meliputi vitamin A, B, C, D, E, & K, mineral, protein , zat besi, kalsium, magnesium, lemak, karbohidrat, dsb. Kesemuanya didapat dari makanan yang bergizi dan yang jelas bukan junk food seperti burger, gorengan, pizza, dsb.

Keseimbangan kadar-kadar penyusun tubuh harus diperhatikan. Kadar yang dimaksud yakni, kadar air, kadar lemak, massa otot, dan massa tulang. Penyakit-penyakit tidak menular di atas merupakan sebab dari perpanjangan lemak yang berlebih di dalam tubuh, sehingga menyerang sel, dan membuat disfungsi organ tubuh sehingga kinerja tubuh tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Penurunan kadar lemak tubuh dapat dilakukan dengan peningkatan kadar air dengan meminum banyak air putih dan memasukkan nutrisi bagi sel. Peningkatan massa otot dengan olahraga dan gerak tubuh juga cara untuk mempercepat penurunan lemak.

BACA:  Penyakit Campak Pada Orang Dewasa , Anak dan Bayi

Penyakit tidak menular lain seperti paru obstrektif kronis dan cedera juga disebabkan gaya hidup tak sehat. Pada paru obstrektif kronis terjangkiti pada orang yang merokok, orang yang berada pada lingkungan yang menyebabkan ia menghirup udara tak sehat, seperti udara pada pemukiman dekat pabrik, menghirup asap karbon monoksida dari kendaraan, dsb. Cedera pun bisa terjadi akibat kecelakaan, tidak berhati-hati dalam berkendaraan.

Banyak yang berpandangan bahwa, penyakit tidak menular 65% disebabkan karena faktor keturunan (gen) bawaan turun-temurun. Padahal, pandangan tersebut salah. Penyakit tidak menular di atas dapat terjadi karena 3 faktor, yakni faktor makanan 60%, Lingkungan 25%, keturunan 15%. Salah kaprah, sering membuat seseorang yang berada pada keluarga yang berpenyakit tidak menular secara membuat dia berfikir akan mewarisi penyakit yang sama. Padahal kesehatan merupakan hal yang dapat diusahakan dengan pola hidup sehat dan menjaga keberadaan Anda pada tempat yang baik.

Nah, penyakit tidak menular tidak boleh disepelekan karena bukan penyakit yang ringan, justru setiap tahunnya meningkat menjadi penyebab kematian. Bukan pula penyakit keturunan yang selalu dibawa turun-temurun dan sulit disembuhkan.

Pola hidup sehat adalah kuncinya. Olahraga, olah pikir, olah makan dan hindari rokok. Olahraga untuk kesehatan jasamani. Olah pikir untuk kesehatan psikis yang sangat mempengaruhi kesehatan jasmani. Makanan bernutrisi menjadi makanan sel yang sangat membantu kesehatan organ dan energisitas dalam beraktivitas. Jauhi pola hidup tidak sehat, salah satunya rokok yang dapat membakar paru-paru Anda.

Baca Berita Lebih MudahDulu dikenal gemuk, 6 artis cantik ini sekarang jadi lebih langsing →





Artikel Pilihan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */