Penyebab dan Gejala Penyakit Malaria di Indonesia

Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles. Nyamuk tersebut membawa parasit plasmodium, seseorang yang digigit oleh nyamuk ini akan segera menyebar melalui peredaran darah. Sehingga jika tidak segera mendapat perawatan dapat menyebabkan kematian.

Menurut penelitian bahwa penyakit ini dapat menyerang orang sekitar 300 sampai 500 jiwa yang terinfeksi. Sedangkan yang meninggal sekitar 1 juta orang pada setiap tahunnya. Bahkan lebih banyak anak-anak yang terinfeksi oleh nyamuk ini dan menyebabkan anak-anak tersebut meninggal dunia.

Nyamuk yang dapat menyebarkan parasit tersebut yaitu nyamuk betina yang sudah terinfeksi plasmodium. Selain nyamuk, ternyata penyakit malaria dapat menyebar melalui transfusi darah, jarum suntik yang sudah terkontaminasi dan juga transplantasi organ tubuh. Pada ibu hamil juga dapat beresiko menularkan penyakit malaria pada bayi yang dikandung.

Penyakit Malaria di Indonesia

penyakit-malaria-di-indonesia

Penyakit malaria di Indonesia disebabkan oleh nyamuk Anopheles betina. Apabila nyamuk sudah terinfeksi oleh plasmodium, maka dari gigitan yang dilakukan nyamuk tersebut sedang menyuntikkan parasit plasmodium ke dalam darah seseorang. Sehingga, orang yang digigit akan mengalami penyakit malaria.

Gejala Penyakit Malaria mirip seperti gejala penyakit flu. Penderita akan mengalami demam, nyeri otot pada persendian, sakit kepala bahkan badan akan merasa menggigil. Selain itu, penderita juga akan mengalami rasa mual yang bisa menyebabkan muntah, diare dan batuk.

Namun yang menjadi gejala umum penyakit ini yaitu siklus demam, menggigil dan berkeringat terjadi berulang-ulang. Bahkan bisa berulang-ulang sampai beberapa hari tergantung dari jenis malaria yang menginfeksi penderita tersebut. Kulit penderita berwarna kuning karena penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles yang merusak sel hati dan sel darah merah di dalam tubuh.

BACA:  Penyakit Kulit Herpes Zoster dan Simplex

Cara Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Malaria

Untuk mencegah penyakit ini memang belum ada vaksin yang efektif yang dapat melawan malaria. Jadi, untuk pencegahannya yaitu dengan menjauhkan diri dari gigitan nyamuk Anopheles dengan cara menggunakan obat nyamuk atau jaring nyamuk.

Biasanya dari pemerintah akan bertindak dengan melakukan pengasapan (fogging) pada daerah-daerah endemik malaria. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk melakukan pencegahan dari gigitan nyamuk Anopheles:

– Memakai baju panjang untuk menghindari gigitan nyamuk tersebut.

– Menggunakan obat nyamuk yang dioleskan pada kulit.

– Menggunakan kelambu pada tempat tidur untuk menghindari nyamuk menempel pada kulit kita.

– Anda dapat berkonsultasi dengan dokter, jika ingin berkunjung ke tempat dimana terdapat banyak nyamuk malaria.

– Sering menyemprotkan obat nyamuk semprot pada kamar dan ruangan lain.

Selain hal-hal diatas yang dapat Anda lakukan untuk mencegah gigitan nyamuk malaria, Anda juga harus mengimbanginya dengan menerapkan pola hidup yang sehat, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan melakukan olah raga secara rutin. Hal itu dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga terhindar dari penyakit malaria.

Sedangkan untuk pengobatan penyakit malaria ringan dapat diberikan dengan obat oral. Namun, untuk malaria yang sudah berat dan memiliki gejala klinis seperti pendarahan maka harus dilakukan observasi di rumah sakit.

Sehingga, penderita akan mendapat perawatan khusus untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Tetapi jika penderita tersebut bertempat tinggal di daerah yang terpencil dan jauh dari jangkauan dokter, maka Anda dapat menggunakan obat tradisional untuk mengatasi penyakit tersebut. Untuk pengobatan tradisional, Anda dapat menggunakan daun pepaya.

Cara ini cukup manjur untuk mengatasi malaria. Caranya, ambil beberapa daun pepaya kemudian rebus dan ambil air rebusan untuk diminum 3 kali sehari. Apabila dilakukan secara rutin, maka penyakit malaria dapat sembuh total.

BACA:  Kenali Gejala Penyakit DBD Pada Anak dan Pencegahannya

Baca Berita Lebih MudahDulu dikenal gemuk, 6 artis cantik ini sekarang jadi lebih langsing →





Artikel Pilihan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */