Perawatan dan Pengobatan Penyakit Hepatitis B

Penyakit hepatitis B atau biasa disebut dengan penyakit kuning merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan C. Penyakit ini merupakan penyakit liver yang berbahaya. Sebagian orang yang terkena virus hepatitis B bisa menyebabkan kanker hati, kerusakan jaringan hati.

Virus hepatitis B bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Penyakit ini jika tidak segera ditangani akan menyebabkan penyakit hati yang kronis dan menyebabkan kematian. Sehingga vaksinasi sejak dini merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah terkena virus hepatitis B.

Gejala dari penderita hepatitis B sangat lah khas. Penderita biasanya tubuhnya berwarna kuning, terutama di daerah yang tubuhnya berwarna putih. Misalnya mata terlihat menjadi kuning. Virus hepatitis B juga lebih besar bahayanya dengan virus HIV.

penyakit-hepatitis-b-perawatan

Penyakit Hepatitis B dan Pengobatannya

Virus hepatitis B bisa menginfeksi manusia 50 hingga 100 persen lebih besar dari virus HIV. Virus hepatitis memiliki jenis A, B, C, D, E,F dan G. Yang paling berbahaya adalah B dan C yang bisa menyebabkan kanker hati.

Apakah anda khawatir apakah penyakit hepatitis B bisa sembuh atau tidak? Jawabannya adalah bisa. Hepatitis dapat disembuhkan jika segera ditangani oleh dokter. Bahkan kini virus ini bisa disembuhkan walaupun gejalanya sudah kronis.

Untuk itu ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai berkenaan dengan gejala hepatitis B. Gejala gejalanya adalah warna kulit pada tubuh menjadi kuning, warna urin menjadi gelap, mudah merasa kelelahan bahkan terasa amat sangat, mual mual , muntah dan sakit pada bagian perut. Virus ini bisa menular melalui kontak darah atau cairan tubuh.

Misalnya melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik untuk pengguna narkoba, hubungan seksual dan penggunaan alat alat makan penderita hepatitis B. Virus ini tidak bisa menyebar melalui sentuhan atau kontak biasa pada penderita.

BACA:  Gejala Penyakit Liver dan Penyembuhannya

Kini penyakit hepatitis B dan pengobatannya sudah ditemukan. Ada empat jenis obat yang digunakan untuk mengobati penyakit ini, yaitu adefovir, lamivudin, entecavir, atau peginterferon alfa-2a. Jenis obat-obatan itu dapat dikonsumsi secara oral atau ditelan atau disuntik.

Penggunaan obat-obatan ini harus dilakukan secara terus menerus tidak boleh putus hingga penderita benar benar sembuh total. Jika tidak dilakukan terus menerus penderita akan resisten dengan obat dan menjadi kebal obat. Selain itu harga obat-obatanya juga masih relatif mahal. Harga obatnya bisa mencapai Rp 2 juta sekali suntik atau minum.

Penyakit hepatitis B perawatan untuk mengurangi akibat kerusakan hati serta untuk mempercepat penyembuhan adalah sebagai berikut: pertama sebaiknya penderita mengistirahatkan tubuhnya untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Kedua, mengistirahatkan fungsi hati.

Caranya dengan tidak memberikan obat-obatan yang berdampak memicu kerja hati ataupun berhenti mengkonsumsi makanan yang memicu kerja hati. Ketiga, adalah memilih makanan atau asupan yang tepat. Salah satu dampak dari hepatitis adalah adanya rasa mual sehingga perlu memilih makanan yang tepat agar dapat menimbulkan nafsu makan. Bila memang harus meminum obat antimual maka harus menggunakan rekomendasi dokter.

Penyakit hepatitis B bisa menyerang siapapun. Sehingga vaksinansi sejak dini terhadap virus hepatitis menjadi sangat penting. Oleh karena itu menjaga kesehatan hati dan tubuh sangatlah penting.

Untuk memelihara kesehatan hati kita sebaiknya banyak minum minuman beralkohol, mengkonsumsi makanan yang sehat dan mengurangi banyak makanan yang mengandung lemak, berhenti merokok jika merokok, olahraga yang teratur, dan banyak istirahat.

Baca Berita Lebih MudahDulu dikenal gemuk, 6 artis cantik ini sekarang jadi lebih langsing →





Artikel Pilihan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/* */